

(I) Persiapan Pra-Mulai (Pemeriksaan Wajib)
”Pemeriksaan Status Peralatan”: Periksa apakah baut pengencang rangka sudah kencang; memastikan tumpukan drum dan disk berjalan lancar tanpa macet (putar secara manual 1–2 putaran untuk memastikan putaran bebas dan tidak ada suara abnormal). Periksa segel, saluran oli, dan sambungan air apakah ada kebocoran.
”Pemeriksaan Oli & Pelumasan”: Pastikan level oli kotak roda gigi berada di antara batas atas dan bawah pengukur oli, tanpa kekeruhan atau emulsifikasi. Pastikan oli dalam reservoir pelumasan otomatis cukup (disarankan ≥ 2/3 penuh) dan saluran pelumasan tidak terhalang.
”Persiapan Sistem Tambahan”: Jalankan sistem air pendingin dan sesuaikan aliran ke ”10–15 L/mnt” agar sesuai dengan kebutuhan pendinginan drum. Pastikan pompa umpan, pompa pembuangan lumpur, dan pompa pembilas dalam keadaan normal; katup pipa berada pada posisi awal yang benar (katup masuk dan keluar tertutup, katup siram dan balik terbuka).
”Pemeriksaan Sistem Kelistrikan & Kontrol”: Pastikan catu daya stabil (380V/50Hz) dan tidak ada alarm kesalahan pada PLC. Periksa arah putaran motor: jika berhenti selama lebih dari 1 minggu, jogingkan motor untuk memastikan putaran sesuai label (searah jarum jam, dilihat dari ujung motor).
”Konfirmasi Pra-Perawatan Bahan”: Suhu umpan dikontrol pada ”60–90°C” (cocok untuk drum yang didinginkan); tidak ada kotoran besar (ukuran partikel ≤5mm); tekanan umpan stabil pada ”0,1–0,2 MPa”.
(II) Prosedur Permulaan
Aktifkan sistem kontrol, masuk ke antarmuka siaga, dan pastikan indikator “Peralatan Siap” menyala.
Nyalakan sistem pelumasan otomatis, atur interval pelumasan (setiap 300 jam sekali, 9g per akhir per siklus), dan konfirmasikan pengoperasian pompa pelumasan.
Nyalakan motor utama; mesin memasuki fase akselerasi. Pantau peningkatan kecepatan dengan cermat (akselerasi normal: 2–3 menit, kecepatan stabil akhir: ”4136 rpm”). Amati juga getaran (≤4,5 mm/s) dan suhu bantalan (≤75°C).
Setelah mencapai kecepatan penuh, lakukan pengisian air pra-pengumpanan: masukkan air bersih ke dalam drum melalui katup segel cairan hingga aliran stabil muncul di saluran pembuangan untuk membentuk segel cairan lengkap dan mengurangi kebocoran oli selama pembuangan. Waktu pengisian: kira-kira. 1–2 menit.
Buka katup umpan secara perlahan dan tutup katup balik; sesuaikan kecepatan pengumpanan ke nilai awal (disarankan ”8–10 m³/jam”, start dengan beban rendah). Amati aliran yang stabil di saluran keluar minyak dan air tanpa ada kotoran yang masuk.
(III) Pemantauan Operasi Normal
”Pemantauan Parameter Utama”: Catat kecepatan drum (stabil pada 4136 rpm), arus motor (≤70A untuk 37kW), suhu bantalan (≤75°C), dan getaran (≤4,5 mm/s) setiap 15 menit. Periksa minyak‑dalam‑air (≤10 ppm) dan air‑dalam‑minyak (≤0,1%) setiap 30 menit.
”Pemantauan Sistem Tambahan”: Menjaga pasokan air pendingin secara terus-menerus dengan aliran yang stabil. Pastikan pelumasan otomatis beroperasi sesuai jadwal yang ditetapkan dan ketinggian reservoir normal.
”Penanganan Abnormalitas”: Jika terjadi getaran berlebihan, kenaikan suhu mendadak, kebocoran, atau kesalahan lainnya, segera buka katup balik, tutup katup umpan, kurangi kecepatan hingga berhenti, dan atasi masalah sebelum memulai kembali.
(IV) Prosedur Shutdown Normal
Tutup katup umpan secara perlahan, buka katup balik, dan matikan pompa umpan.
Biarkan motor utama tetap menyala, nyalakan pompa pembilas, dan suntikkan air bersih (atau bahan pembersih khusus) ke dalam drum selama kira-kira. ”5–10 menit” hingga cairan yang keluar bebas dari minyak dan kotoran.
Hentikan pompa pembilasan dan tutup katup pembilas. Aktifkan siklus pembuangan lumpur dan lakukan ”1–2 pembuangan manual” untuk menghilangkan sisa padatan.
Jalankan program perlambatan motor utama untuk pengurangan kecepatan lambat (tidak ada penghentian darurat; waktu perlambatan ≥3 menit) hingga drum berhenti sepenuhnya.
Mematikan air pendingin dan sistem pelumasan otomatis; putuskan sambungan listrik utama. Bersihkan permukaan mesin, periksa segel di semua sambungan, dan lengkapi catatan pengoperasian.
(V) Shutdown Darurat
Tekan tombol berhenti darurat segera jika: getaran parah, bantalan terlalu panas (≥90°C), kebocoran parah, kerusakan motor, dll.
Sistem secara otomatis memutus daya motor utama; drum meluncur hingga berhenti (pengereman paksa dilarang).
Setelah dimatikan, tutup katup umpan dan air pendingin, identifikasi penyebabnya. Jangan memulai ulang sampai kesalahan teratasi.
Dapatkan Penawaran Gratis Anda Sekarang!